Tips membidik segmen- lokasi dan modal untuk bisnis catering

Membidik segmen

 Menentukan segmen pasar yang dibidik adalah bagian terpent ing dari membuka gerai makanan asing.

Segmen ini bisa dibe- dakan menjadi segmen menurut usia (anak-anak, remaja, dewasa); atau segmen kelas ekonomi.

Sebagai patokan, resto makanan impor begini eksklusif membidik semua umur dari golongan kelas menengah-atas.

Kira-kira, orang yang mau merogoh Rp 30.000-Rp 150.000 sekali makanlah.

Lokasi yan g pas

buka kedai makanan di mana saja. Mau kelas ge bakan atau kakilima bisa, mau di ruko bisa, mau resto. Sama dengan melayu, Anda bis gedung perkantoran atau pusat belanja juga bisa Harap dicatat, masing-masing memiliki plus minus.

mungkin harga sewanya lebih murah. Tapi, kita harus promosi kan untuk mengundang pelanggan.

Apalagi ruko itu masih baru. Mal, jelas, harga sewanya lebih mahal, Sebagai biaya, harga bisa mencapai 70% dari total modal yang sudah Anda keluarkan.

Kelebihannya, sudah ada pengunjung, Anda tidak perlu promosi besar-besaran besar-besaran.

Alternatif lain adalah memilih lokasi yang sudah berubah menjadi kawasan bisnis. Kalau di Jakarta, kita bisa melihatnya di kawasan Kemang dan Kebayoran Baru, Jakarta.

Kemang adalah kawasan bule, sementara Kebayoran Baru kawasan Jepang dan Korea.

Hanya saja, di sini belum tentu tersedia ruko atau mal. Dus, pilihannya kita harus me- nyewa atau membeli rumah penduduk.

Modal

Apa saja modal yang harus Anda pertaruhkan di bisnis ini? Modal itu meliputi dana untuk riset pasar, sewa atau beli tempat, renovasi tempat, dan pengadaan peralatan.

Jangan r aman, Anda harus menyediakan dana untuk lupa juga, bia modal kerja – mencakup biaya bahan baku – selama tiga bulan pert ratusan juta, bisa pula sampai miliaran rupiah, dan operasional ama.Totalnya? Sangat bervariasi; bisa ratusan juta,bisa pula miliyaran rupiah.

Menghitung

harga jual jenis makanan seperti ini membutuhkan modal yang tidak sedikit . Kalau Anda punya pabrik duit sih nggak masalah Bi kalau enggak? Eh, jangan ciut nyali dulu.

Agar modal ang besar bisa kembali, Anda harus menghitung harga jual ricing) menu-menu kedai makanan asing Anda dengan (pr cermat. Dengan melakukan survey harga terhadap menu makanan sejenis di kedai lain , nyatanya tak 100 % bisa menentukan harga jual menu.

Anda juga harus menghitung bahan baku dan ongkos-ongkos lain yang harus Anda keluarkan selama sebulan. Jangan sampai, Anda kerja bakti saja untuk bisnis yang mempertaruhkan banyak ongkos ini.

Nah, Anda harus menentukan margin keuntungan kotor – harga jual dikurangi bahan baku -yang ingin Anda peroleh. Jamak bisa ditemui di kedai-kedai makanan, margin kotor bisnis F & B ( food and beverages ) itu sekitar 40 % -60 % .

Sebagai gambaran saja, sekotak teh celup merk Dilmah Tea yang berisi 25 bungkus bisa Anda beli dengan harga Rp 35.000 per kotak.

Di sebuah kedai, Anda bisa menjumpai teh celup asal Sri Lanka ini dengan harga Rp 14.000 per gelas. Anda bisa membayangkan keuntungan yang bisa Anda raup dari segelas minuman. lebih dari 35%.

Artinya, margin laba kotornya bisa menca- pai 65% setelah pengurangan biaya operasional, maka Anda sedang mengantongi margin laba bersih sekitar 30% -35% dari selain biaya pembuatan makanan (biaya makanan) tidak omzet.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *