KEHAMILAN BULAN KETUJUH (25-28 MINGGU)

Tanda Tanda KEHAMILAN BULAN KETUJUH (25-28 MINGGU)

 

TUMBUH KEMBANG JANINKU

 

Minggu ke-25

 

  1. Ukuran janin 34-37 cm dan berat 650-700 gram.
  2. Janin akan sesekali mengalami cegukan. Itu tanda bahwa ia sedang belajar bernapas. Bila air ketuban tertelan, maka ia akan cegukan.
  3. Fungsi menelan janin semakin membaik.
  4. Susunan tulang janin semakin kuat.
  5. Janin mulai memiliki indra penciuman yang baik.

 

Minggu ke-26 dan ke-27

 

  • Ukuran janin 35-36 dan berat 750-890 gram.
  • Retina mata janin sudah mulai terbentuk
  • Aktivitas otak yang berhubungan dengan indra pendengaran dan penglihatan sudah berfungsi
  • Organ paru, hati, dan sistem kekebalan tubuh masih harus lebih dimatangkan.

 

Minggu ke-28

 

  1. Ukuran janin 37 cm dan berat janin mencapai 1.100- 200 gram
  2. Janin mulai dapat mengolah respons yang baik. Ini saat yang baik bagi lbu untuk menstimulasi janin dengan sentuhan atau suara. Ini akan menjadi pelajaran yang berarti baginya.
  3. Lemak badan mulai tertambah
  4. Rambut janin mulai panjang dan hitam.
  5. Kepala sudah mengarah ke bawah.
  6. Gerakan semakin kuat

 

SENAM HAMIL (YOGA PRENATAL), YUK!

 

Pada dasarnya, yoga kehamilan ini melakukan pemusatan pada ritme pernapasan, serta mengutamakan kenyamanan dan keamanan, Dengan melakukan yoga, dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh dalam mengatasi gangguan, baik fisik maupun psikologis, seperti rasa cemas, takut, dan stres yang dialami. Gangguan-gangguan ini akan berdampak bagi kesehatan Ibu dan janin.

 

Latihan fisik berupa senam hamil dalam bentuk yoga prenatal adalah alternatif terapi yang Ibu butuhkan. Waktu yang pas untuk latihan ini disarankan ketika usia kehamilan sudah melewati trimester pertama atau setelah memasuki bulan ke-4. Hal ini dikarenakan kondisi kandungan yang sudah semakin stabil dan kuat. Disarankan untuk latihan yoga prenatal ini saat pagi dan malam hari.

 

Berikut beberapa gerakan yoga prenatal yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

 

  1. Latihan pernapasan yang dilakukan selama 10 menit. Latihan ini berfungsi untuk melatih ritme pernapasan Ibu dan janin
  2. Kedua tangan saling digenggam kemudian diangkat hingga ke belakang sambil duduk bersila. Tujuan latihan ini untuk memberikan kekuatan otot lengan, bahu, dan pernapasan.
  3. Dalam posisi berdiri tegak, mengangkat kedua tangan dengan telapak tangan saling mengait.
  4. Dalam posisi berdiri, kedua tangan saling menggenggam, kemudian badan dimiringkan ke kiri dan kekanan secara bergantian selama 5-10 menit. Latihan ini berfungsi untuk melatih pernapasan, kekuatan anggota tubuh agar lebih elastis, serta otot perut
  5. Masih dalam posisi berdiri, salah satu tangan direntangkan ke atas kemudian salah satu kaki diangkat ke belakang. Lakukan gerakan ini secara bergantian hingga salah satu kaki menyentuh tangan. Cobalah untuk memegang kaki secara perlahan-lahan. Latihan ini bermanfaat untuk membuat tubuh menjadi lebih elastis, menguatkan otot perut dan rahim, serta meregangkan ketegangan tubuh.
  6. Dalam posisi duduk, buka kedua kaki ke belakang dan tangan memegang telapak kaki. Latihan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan otot tulang belakang dalam menopang tubuh.
  7. Masih dalam posisi nomor 5, Jatuhkan tubuh secara perlahan-lahan dan cobalah angkat kembali sambil tangan digenggam ke atas secara lurus. Latihan gerakan ini berfungsi untuk membuat tubuh lebih elastis dan meningkatkan kekuatan seluruh anggota tubuh untuk menopang
  8. Telungkupkan tubuh dan tangan ke depan hingga menyentuh lantai. Latihan ini bermanfaat untuk membuat tubuh menjadi elastis dan otot perut menjadi lebih kuat.
  9. Dalam posisi tidur, kedua kaki saling menyentuh dan buka kaki sambil diangkat, serta tangan menggenggam kaki. Latihan ini berfungsi untuk melatih otot sekitar pergelangan paha, perut dan anggota tubuh.
  10. Masih dalam posisi tidur, angkatlah tubuh secara perlahan-lahan untuk menguatkan tubuh, rahim, dan otot perut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *