Catering Diet

Catering Diet : Cara Pintar Bisnis dan jadi Pengusaha

 Catering Diet : Tips Cara Pintar Bisnis dan jadi Pengusaha


Gaya hidup sehat kinI mulai meruak. Tak sedikit orang-orang yang beralih darI gaya hidup yang “tidak sehat” menjadi sehat.

Selain itu, orang-orang yang sudah ketahuan penyakitnya secara dini juga bertahap mengubah pola hidupnya, terutama gaya makannya.

Kebutuhan makanan khusus macam itu telah melahirkan ceruk bisnis baru nan amat menggiurkan.

Apalagi kalau bukan bisnis katering diet Eh, tunggu sebentar, diet di sini artinya bukan menguruskan tubuh, tapi makanan untuk mereka yang mempunyai kebutuhan khusus.

Asal tahu saja, katering yang seperti ini, anda bisa berguru pada Peni M. Hartanto, pemilik Prima Diet Katering.

Katering miliknya menyasar vegetarian dan orang sakit.  Selain itu, katering diet juga menyediakan makanan untuk balita dan ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi yang memadai.

Bahkan, belakangan, katering diet ini juga meladeni mereka yang tergila-gila pola makan ala food combining atau diet ala Jepang (Program Okinawa) Prospek bisnis katering diet ini tergolong cerah.

Permintaannya terus bertambah, sementara pemainnya masih sedikit Keuntungannya juga cukup gurih Taruh kata, dengan harga makanan rata-rata Rp 50.000 per paket perhari (makan siang makan malam, buah, dan snack), saban bulannya Peni bisa mengantongi omzet sekitar Rp 82,5 juta.

Modal usaha ini tergolong kecil Bila sudah memiliki dapur yang cukup besar dan bersih, dengan jumlah pelanggan seki tar 10 orang, modal yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 21,2 juta.

Modal ini bahkan bisa lebih kecil bila Anda sudah memiliki peralatan masak yang memadai Kalau tidak meleset, usaha katering diet ini akan balik modal pada semester pertama.


Pengetahuan soal gizi

Selain duit, pengetahuan soal gizi amat diperlukan dalam bisnis ini.

Namun, tak hanya ahli gizi yang bisa melakoni bis- nis ini. Bahkan, Anda yang ‘hanya’ tukang masak pun bisa.

Dengan catatan, mau belajar dan memiliki pengetahuan soal masak-memasak. Nah, sedangkan pengetahuan soal gizi dan berbagal diet bisa dipelajari lewat berbagai kursus dan buku-buku.

Soal penyusunan menu dan kreasi masakan, itu memang lebih pada kreativitas si pengusaha.

Selain harus belajar sendiri, pengusaha yang tak berla- tar belakang pendidikan gizi juga harus melibatkan orang yang menguasai ilmu gizi.

Umumnya, pengusaha katering diet memperkerjakan lulusan diploma gizi (D3 gizi). Mereka inilah yang kelak berkonsultasi dengan pelanggan, sekaligus menyusun menu dan mengecek makanan sebelum dikirim ke pelanggan.

Anda mulai tertarik dengan bisnis ini? Selain modal duit dan pengetahuan soal gizi dan diet, ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan demi suksesnya bisnis ini. Di antaranya:


Menu pas sesuai pesanan pelanggan

Berbeda dengan katering biasa -yang meladeni ratusan bah- kan ribuan orang dengan menu yang seragam-katering diet justru menyediakan makanan untuk banyak orang dengan menu yang berbeda-beda.

Makanan tak hanya harus sesuai dengan rambu diet, tapi juga selera masing-masing pelang- gan. Jadi, bisa saja, pelanggan memiliki penyakit yang sama, namun makanannya berbeda.

Misal, yang seorang tak doyan wortel dan semua bumbu tak boleh digerus halus; yang lain doyannya melahap wortel dan sebal sama bumbu yang di- tumbuk kasar.

Agar menu sesuai dengan rambu diet dan selera pelang- gan, si pelanggan harus mengisi formulir yang antara lain menegaskan makanan dan cara penyajian bagaimana yan tak disukai.

Nah, formulir ini juga menyertakan profil pelang- gan secara terperinci: penyakit yang diderita, tinggi dan berat badan, sampai ke riwayat alergi.

Beragam data inilah yang menjadi bahan bagi pemilik atau ahli gizinya untuk menyusun menu per pelanggan.

Menu inilah yang kemudian menjadi acuan bagi para koki dalam mengolah makanan.


Manajemen pengiriman

Agar makanan tiba tepat waktu dan laik makan, pengelola bis- nis ini harus mempunyai manajemen pengantaran yang baik.

Kendati begitu, Anda tak perlu berinvestasi kendaraan atau mempekerjakan banyak orang untuk mengantar makanan Tiru saja kiat Peni.

Pengusaha ini mempekerjakan kurir yang sudah mempunyai sepeda motor sendiri.

Untuk menghemat waktu dan memudahkan penganta- ran, Anda bisa membagi pelanggan berdasarkan kedekatan lokasi.

Setiap kawasan bisa ditangani satu kurir, kecuali bila jumlah pelanggannya amat banyak.

Mereka membawa paket makanan (makan siang dan malam sekaligus) pukul 9.00 dan diharap sampai sekitar pukul 11.30.


Menembus pasar

Masing-masing perusahaan katering memiliki strategi send- iri-sendiri untuk mendapatkan pelanggan.

Tuti, misalnya, hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Berbeda dengan langkah Peni.

Selain dari mulut ke mulut, Peni juga rajin beriklan di media massa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *