bisnis catering

Bisnis Catering Perusahaan : Tips Cara Bisnis dan Jadi Pengusaha

9 Tips Bisnis Catering Perusahaan ( Tips Ke 3)

Metode Pembayaran Catering Perusahaan

Pastikan bahwa waktu pembayaran tertuang dengan jelas dalam surat kontrak.

Tentu saja, metode pembayaran seminggu sekal, misainya, lebih baik ketimbang dua bulanan karena ketersediaan duit selalu lancar Kelancaran pembayaran kontrak akan berpengaruh pada kelancaran usaha Anda.

Maklum, Anda harus belanja bahan makanan, hingga menggaji karyawan.

Jangan sampal karyawan Anda mendemo perusahaan katering lantaran pembayaran telat.

Ajeng pernah mengalami didemo karyawan sendiri lantaran karyawan menolak dibayar dua bulan sekali, untuk menyesuaikan jadwal pembayaran pabrik yang setiap dua bulan sekali.

Makanya, agar modal lancar, usahakan Anda bisa bernegosias─▒ soal metode pembayaran.

Mintalah dibayar tiap minggu dan paling lama sebulan Masalahnya, waktu pembayaran ini juga jadi arena persaingan tersendiri Klien Anda tentu lebih suka bisa membayar kontrak lebih lama.

Bisa-bisa Anda tersingkir gara-gara mengajukan tawaran pembayaran secara mingguan kendati rasa dan kebersihan katering Anda lebih unggul dibanding pesaing.

Untuk itu Anda mesti memperhatikan kekuatan modal. Cara menyiasatinya begini Anda harus selalu punya dana minimal 70 % dari total kebutuhan.

Misalnya harga per porsinya Rp 5 000, maka Anda harus punya duit sebesar Rp 3.500.

Kalau sehari harus melayani 1 000 orang, berarti butuh dana Rp 3,5 juta sehari atau Rp 105 juta sebulan.

Dengan cara ini, Anda tak perlu keteteran karena selalu kehabisan duit jika metode pembayarannya dua bulan sekali.

 

Pihak perusahaan pun biasanya juga menanyakan kesiapan modal. Mereka mau tahu untuk menjaga kelancaran suplai dari Anda Kalau bahan terlambat, masakan terlambat, makanan juga terlambat.

Cara belanjia Nah, kalau modal sudah siap, pada saat mengajukan proposal sebaiknya Anda sudah punya gambaran cara mendapatkan bahan baku dalam jumlah besar.

 

Maklum, yang Anda geluti adalah usaha jasa, jadi pasti tak ada cerita Anda tidak mengirim makanan karena telur habis, atau karena cabai langka Anda bisa menyiasatinya dengan membeli langsung bahan baku dari tangan pertama Kalau beli ke pengecer harganya lebih mahal dan akan mengurangi keuntungan.

Katering industri ini bukan seperti industri makanan lainnya, bisa belanja dengan kartu kredit atau ditunda pembayarannya Tentu saja, anda harus main di pasar tradisional.

Kalau anda punya cukup lahan dan punya cukup tenaga, Anda bisa juga menanam sayur-mayur sendiri.

Dengan begini Anda bisa tahu kualitas sayur yang Anda olah Cara lainnya, Anda memburu bahan baku hingga ke petani atau peternak Dampaknya, Anda akan menghemat pengeluaran anda.

Tetapi kalau Anda punya pemasok yang bisa dipercaya dengan harga yang murah plus tidak harus langsung membayar, ya tempuh saja cara ini.

Anda bisa menyeleksinya dan hemat waktu serta tenaga Anda harus ingat, belanja bahan juga memerlukan kreati- vitas.

Misalnya, kalau harga lagi melambung seperti sekarang, Anda jangan terpaku pada menu yang telah diajukan.

Kalau telur ayam mahal, Anda bisa ganti dengan telur puyuh. Kalau buah-buahan mahal, bisa Anda buat es buah Kelihatannya mewah padahal lebih murah.

 

Menu yang tidak disukai Anda harus mencatat, Anda akan melayani ribuan lidah, den gan keinginan yang beragam pula tentunya Jadi, jangan lupa selalu memonitor makanan sisa.

Catatlah jenis makanan yang tak habis sebagai bahan evaluasi menu dan rasa Pendeknya, kalau mau terjun ke usaha ini, kuncinya adalah rasa, ketepatan waktu dan kebersihan makanan.

Untuk masalah rasa Ajeng membagi rumusnya: jangan ragu memaka bumbu dalam jumlah banyak.

 

Potongan daging atau ikan bisa saja lebih kecil namun kalau ditutup dengan bumbu yang merasuk, para buruh masih bisa menerima.

Lagi pula percuma kalau ikan atau daging banyak tapi rasa tidak meng gigit. Makanan hanya jadi sisa.

Asal tahu saja, Anda akan lebih beruntung jika sebagian besar buruh perusahaan yang Anda layani perempuan, karena jatah beras jadi lebih irit.

Porsi makan nasi buruh perempuan biasanya hanya setengah dari porsi kaum pria.

Seliter beras yang hanya cukup untuk enam buruh pria bisa untuk me- menuhi 10 buruh perempuan.

Oh, iya, asal daerah dan suku para pekerja tentu juga ikut menyetir rasa serta porsi yang harus Anda sajikan.

Melayani pelanggan Mempertahankan pelanggan pun tak mudah.

Resep termu- jarab, harus cocok di kantong dan lidah. Ini tidak gampang.

arena semakin banyak mulut, selera makin bervariasi Jadi, harus ada resep pelengkap berikan pelayanan yang baik.

Seperti mengantar tepat waktu, bersih, dengan kualitas dan kuantitas sesuai perjanjlan. Para pegawai katering juga harus ramah dan sopan.

 

Jangan pula terlambat mengirim makanan Sebaiknya sewaktu mengantar ke pabrik, makanan dan lauk berada dalam satu mobil.

Pasalnya para buruh memiliki jam istirahat yang sangat terbatas Jangan sampai nasi datang duluan na- mun lauknya tiba belakangan.

Ini mutlak dilakukan, karena makin banyaknya perusahaan katering memicu persaingan kotor Harus bersih Kebersihan jadi urusan nomor wahid dalam penyajian makanan.

Maka selalu perhatikan bahan baku makanan agar steril dari zat yang bisa membuat keracunan.

Sebab, kontrak Anda bisa langsung putus begitu ketahuan ada buruh yang keracunan makanan.

Tahu sendiri, susahnya persaingan ketat di bisnis ini sering membuat kompetitor bertindak curang, Jadi waspadai orang usil yang tidak suka dengan usaha Anda.

 

Misalnya, puntung rokok masuk dalam olahan makanan, cacing hidup berbaur dengan racikan makanan, dan masih banyak ragamnya.

Catat, tidak semua orang suka dengan usaha anda yang moncer Itu sebabnya, dalam menjalankan katering pengusaha wajib selalu mengontrol mutu dan waspada terhadap situasi seperti itu Menakar keuntungan

Menyiapkan rantangan untuk para buruh itu tidak seperti menyiapkan jamuan untuk pesta besar di hajatan kawinan Untuk bisnis katering yang satu ini, Anda harus siap mental.

Soalnya laba yang bakal Anda kantong─▒ bakal lebih tipis ketimbang katering pesta.

Bandingkan saja, kalau katering pesta fulus yang anda raup minimal 30 % , sedangkan di rantang buruh ini paling banyak 10 % .

Selain itu , kalau bahan baku naik sedangkan banderol per rantang belum naik, Anda ha- rus siap dengan pulang dengan tangan kosong.

Wajar saja, sebagian besar pelanggan umumnya tidak mau tahu karena harga per porsi sudah sepakat di awal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *