BISNIS BATIK : Bisnis Online yang sangat menjanjikan ( Bab 2)

  1. Pelukis batik Amri Yahya mendefinisikan batik sebagai karya seni yang banyak memanfaatkan unsur menggambar ornamen pada kain dengan proses tutup-celup. Maksudnya, membatik merupakan proses mencoret dengan malam pada kain yang berisikan motif-motif or- namentatif.

 

Di masa lalu, karya seni yang ornamentatif ini dikatakan sebagai karya seni tulis karena sebagian batik dibuat mirip dengan teknik menulis atau menyungging. Oleh karena itu, istilah batik itu kurang lebih sejajar dengan seni tulis atau seni lukis atau seni sungging yang ornamentis.

Batik memang layak disebut sebagai karya tulis. Logika ini bermuara pada teknik membatik dengan menggunakan canting yang dapat mengeluarkan cairan berupa malam dan dikerjakan secara teliti seperti layaknya orang menulis. Istilah ini dapat juga bertumpu pada istilah batik dalam bahasa Krama Inggil (bahasa Jawa halus), yaitu nyerat (membatik) Kemudian, istilah nyerat ini diterjemah- kan menjadi tulis atau menulis dan lukis atau melukis.

Jadi, batik adalah seni lukis. Hal ini terbukti dengan ditunjukkannya kemampuan seorang pembatik melukiskan ornamen-ornamen (motif) pada batik yang penuh dengan simbol

 

  1. Menurut Linda Kaun, kata batik memiliki beberapa pengertian dan konotasi. Bagi sebagian besar orang asing, batik adalah perbuatan yang aktual dan secara fisik mendekorasi kain dengan malam, kemudian mewarnai kain tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan pencelupan atau aplikasi langsung. Kuncinya adalah malam. Kata batik juga berlaku untuk hasil produksi, yaitu kain batik yang merupakan hasil dari tindakan menggambar dengan malam dan mewarnai kain. Gambar itu pada akhirnya terpantul pada sisi belakang kain.

 

  1. Pelukis batik Tulus Warsito mengungkap- kan, batik merupakan teknik tutup-celup (resist technique) dalam pembentukan gambar kain, menggunakan lilin sebagai perintang warna dan zat pewarna bersuhu dingin sebagai bahan pewarna desain pada katun. Sebagai teknik, batik memerlukan media kain katun alam, lilin, sebagai perintang warna dan zat pewarna bersuhu dingin sebagai bahan pewarna desain pada katun. Sebagai teknik, batik memerlukan media kain katun alam, lilin atau media lain sebagai perintang atau penghalang warna, dan zat pewarna.

 

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, secara khusus atau terbatas dapat dikemukakan bahwa batik merupakan karya seni atau kebudayaan yang melibatkan teknik pembuatan desain dengan corak tertentu dan teknik pewarnaan kain. Berdasarkan unsur-unsur yang digunakan, batik adalah karya seni atau kebudayaan yang menggunakan kain, lilin atau malam, dan canting.

 

Dalam pengertian tradisi yang ketat, membatik adalah keseluruhan proses dari lukis yang menggunakan canting sebagai penentuan tujuan, pembuatan pola, pemilihan ornamen, pemalaman dengan canting tulis, penggunaan zat pewarna alam, sampai pelorodan. Dengan demikian, seni dan keterampilan membatik identik dengan proses celup-rintang dengan menyertakan lilin malam sebagai objeknya. Melalui proses inilah motif dan ragam hias batik ditampilkan pada kain

Pada dasarnya, batik merupakan seni ri lukis yang menggunakan canting sebagai alat untuk melukisnya. Canting sendiri merupakan sebuah alat berbentuk mangkuk kecil yang terbuat dari tembaga dan memiliki carat atau monong, dengan tangkai dari bambu atau kayu yang dapat diisi lilin atau malam sebagai bahan untuk melukis. Canting digunakan untuk membuat kumpulan titik atau cecek dan garis yang pada akhirnya akan membentuk suatu pola tertentu. Pola-pola yang terbentuk inilah yang kemudian menjadi ragam hias dalam seni dan keterampilan batik.

Oleh karena itu, membatik adalah teknik membuat desain atau corak tertentu yang dihasilkan dari suatu bahan yang disebut lilin atau malam (wax) yang diteteskan di atas kain menggunakan alat yang disebut canting sebagai penahan atau perintang bahan pewarna

. Dengan demikian, batik menerapkan teknik wax-resist dyeing, yaitu menutup bagian permukaan kain menggunakan lilin atau malam sehingga bagian permukaan kain tersebut tidak menyerap bahan pewarna yang digunakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *